Insight

Target Baru Pemerintah, Biaya Logistik Nasional Turun ke 12% pada 2029

Admin Ops Sep 01, 2026
Target Baru Pemerintah, Biaya Logistik Nasional Turun ke 12% pada 2029
Pemerintah menetapkan terget untuk membenahi salah satu titik lemah daya saing nasional selama bertahun-tahun akibat mahalnya biaya logistik. Rasio biaya logistik terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) berada di angka 14,29% yang ditargetkan akan turun menjadi 12% pada 2029, dengan target jangka panjang mencapai 8% pada 2045 setara dengan capaian negara-negara maju yang masih berada di kisaran 8-10%.

Menurut Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, bahwa efisiensi logistik menjadi salah satu kunci utama memperkuat struktur biaya produksi nasional, sekaligus guna meningkatkan daya saing produk dalam negeri di pasar domestik maupun internasional.

Indonesia sebagai negara kepulauan menjadi salah satu penyebab utama tingginya biaya logistik. Selain itu, kesenjangan pemanfaatan teknologi produksi dibandingkan negara pesaing seperti Vietnam dan India juga memengaruhi daya saing harga pokok Indonesia di pasar global, bukan semata terkait ongkos distribusi, melainkan efisiensi produksi secara keseluruhan.

Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) dari sisi komponen biaya mencatat bahwa transportasi darat masih mendominasi struktur biaya logistik nasional yang menyumbang sekitar 39-40% dari total biaya. Mahendra Rianto, Ketua Umum ALI menyebut hal ini terjadi karena pemanfaatan transportasi laut dan interkoneksi antarpulau yang belum optimal untuk negara kepulauan seperti Indonesia.

Kemendag telah menerapkan sejumlah langkah strategis, salah satunya melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 92 Tahun 2020 terkait Perdagangan Antarpulau. Regulasi ini mendukung digitalisasi distribusi logistik, pelaku usaha cukup melakukan satu kali input data untuk semua proses pengiriman barang, mulai dari manifes muatan hingga instruksi pengapalan.Kemendag turut berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan integrasi antara transportasi darat dan laut, termasuk pengumpulan data muatan yang lebih akurat. Dengan integrasi ini, pergerakan barang antarpulau misalnya dari Sumatera ke Jawa dapat tercatat lengkap mulai dari jenis barang, jumlah, hingga tujuan pengirimannya.

Penurunan biaya logistik bukan sekadar soal menekan pengeluaran perusahaan, melainkan fondasi untuk memperkuat daya saing produk lokal di pasar global, khususnya produk ekspor yang membutuhkan struktur biaya lebih kompetitif dibanding negara lain. Kombinasi antara perbaikan infrastruktur, digitalisasi rantai pasok, dan sinergi antarinstansi pemerintah dinilai menjadi strategi utama untuk mewujudkan target tersebut secara bertahap.

Arah kebijakan ini menjadi sinyal penting bahwa efisiensi operasional mulai dari optimalisasi rute transportasi darat dan laut, pengelolaan gudang yang lebih baik, hingga adopsi sistem digital untuk administrasi akan semakin menentukan daya saing perusahaan logistik itu sendiri di tengah upaya besar pemerintah menekan biaya logistik nasional.

#selaraslogistics #biayalogistiknasional #logistiknasional #produkdomestikbruto #kemendag

Continue Reading

Discover more perspectives.

Back to Hub