Di balik capaian tersebut, Supply Chain Indonesia (SCI) mengingatkan bahwa pertumbuhan ini masih perlu diperkuat kualitasnya. Founder & CEO SCI, Setijadi, menilai bahwa penguatan aktivitas logistik perlu diikuti dengan efisiensi biaya, peningkatan produktivitas, integrasi antarmoda, serta percepatan digitalisasi rantai pasok agar pertumbuhan yang terjadi tidak sekadar bersifat musiman.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 masih banyak ditopang oleh konsumsi rumah tangga yang berkontribusi lebih dari separuh PDB nasional. Sementara itu, ekspor barang dan jasa hanya tumbuh tipis, jauh tertinggal dari laju pertumbuhan impor. Kesenjangan ini mengindikasikan bahwa daya saing ekspor dan produktivitas industri nasional masih perlu diperkuat lebih jauh.
SCI merekomendasikan agar pemerintah memperkuat konektivitas logistik dari sentra produksi menuju pasar dan pelabuhan, mempercepat digitalisasi layanan logistik, serta mendorong pembangunan pusat konsolidasi barang di luar Jawa. Hal ini penting mengingat struktur ekonomi nasional masih sangat terkonsentrasi di Pulau Jawa, meski sejumlah wilayah timur Indonesia mencatat laju pertumbuhan yang lebih tinggi.
Dari sisi perdagangan luar negeri, ekspor pada awal 2026 tumbuh tipis, bahkan sempat terkoreksi menjelang akhir triwulan. Sebaliknya, impor justru tumbuh jauh lebih tinggi, terutama didorong oleh kebutuhan bahan baku dan barang modal. Meski neraca dagang masih mencatatkan surplus, nilainya menyusut cukup signifikan dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
Penurunan performa ekspor di beberapa sektor primer perlu diwaspadai agar tidak berkembang menjadi tren pelemahan jangka panjang. Di sisi lain, lonjakan impor bahan baku dan barang modal sebenarnya bisa menjadi sinyal positif jika diarahkan untuk memperkuat kapasitas produksi domestik, bukan sekadar menambah beban impor semata.
SCI mendorong penguatan hilirisasi industri, diversifikasi pasar tujuan ekspor, konsolidasi muatan barang ekspor, efisiensi layanan pelabuhan, serta penyediaan layanan logistik ekspor yang lebih kompetitif. Kenaikan impor bahan baku dan barang modal perlu diarahkan secara strategis agar mampu memperdalam rantai pasok domestik dan mengurangi ketergantungan terhadap impor dalam jangka menengah.
Hal ini sebagai pengingat pentingnya terus memperkuat kapabilitas layanan multi moda dan konektivitas distribusi ke berbagai wilayah, termasuk di luar Jawa, guna mendukung pemerataan pertumbuhan ekonomi serta memperkuat daya saing rantai pasok nasional secara keseluruhan.
#selaraslogistics #efisiensilogistik #pertumbuhanekonomiindonesia #badanpusatstatistik #sci